Anak badak ini hasil perkawinan badak jantan bernama Andatu dan badak betina bernama Rosa. Kelahiran ini menambah populasi badak di dalam SRS TNWK menjadi delapan ekor. Selain badak Rosa, badak lain yang saat ini menempati SRS TNWK adalah Bina (betina), Ratu (betina), Andalas (jantan), Harapan (jantan), Andatu (jantan), dan Delilah (betina).
Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelestarian Badak Sumatera. Kelahiran anak badak sumatera ini menunjukkan kepada dunia keberhasilan upaya konservasi spesies mamalia besar langka di Indonesia.
Selain itu juga ada kelahiran lima ekor anak Badak jawa di habitat alaminya di TN Ujung Kulon pada tahun 2021. Demikian pula dengan perkembangan populasi Elang Jawa dan Jalak Bali. Berdasarkan kajian Ditjen KSDAE terdapat sekitar 600-900 elang jawa yang tersebar di 22 lansekap hutan lindung dan kawasan konservasi di Pulau Jawa. Ini bukti bahwa ekosistem wildlife Indonesia makin baik.
Red