Tingkatkan Kemampuan Public Speaking KOPRI ALGHORIZM Adakan Sekolah Islam Gender-III
Sampang//Tintahukum.com
Pada bulan Mei kemarin Kopri PK PMII ALGHORIZM telah melakukan pelatihan public speaking untuk menunjang kemampuan anggota dalam berbicara didepan umun, namun dirasa belum cukup maka pada tanggal 03-05 juni kemarin mereka melaksanakan Sekolah Islam Gender (SIG-III) yang memfokuskan pada kemampuan berbicara di depan umum. Acara ini bertempatkan di balai desa masaran banyuates.
SIG kali ini mengambil tema "Menumbuhkan kepercayaan Terhadap Gerakan Perempuan dalam Ranah Kesetaraan Gender", yang mana hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya bahwa perempuan juga bisa berbicara di depan, bisa menyampaikan pendapat, dan tidak selemah yang orang lain pikirkan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, PC PMII sampang, ketua Kopri PC PMII sampang Ummu Kulsum, Herman Sugianto sekaligus Mabinkom, Senior PK PMII ALGHORIZM, dan PK PMII sekabupaten sampang.
Acara tersebut berjalan dengan lancar dengan 6 orang peserta. Meskipun demikian target panitia untuk melatih public speaking peserta sudah 80% tercapai. Seperti yang disampaikan ketua kopri Maulida dalam sambutannya, "Alhamdulillah setelah mengikuti materi di SIG ini kami rasa target kami untuk lebih memfokuskan pada public speakingnya itu sudah separuhnya tercapai tinggal disempurnakan atau diimplementasikan pada kehidupan sehari2. Peserta yang awalnya masih takut utk maju kedepan dan menyampaikan pendapat kini kami lihat sudah bisa lah mengatasi groginya dan mampu menyampaikan pendapatnya". Ucap ketua kopri.
Adapun harapan darinya semoga materi yang peserta dapatkan bisa bermanfaat dan semoga setelah mengikuti SIG ini mereka sebagai perempuan bisa membuktikan bahwa mereka juga bisa sehingga tidak dipandang sebelah mata lagi oleh orang lain.
Adapun pesan dari Ketua Mabinko herman sugianto, "Untuk tidak patah semangat dalam berproses karena kalau kita tidak menikmati manisnya proses maka kita akan merasakan pahitnya kebodohan dan ketidaktahuan di masa mendatang. Untuk panitia harus memaksimalkan untuk menggodok peserta yang 6 orang ini agar menjadi orang berintelektual dan berkualitas karena dengan peserta yang sedikit panitia akan lebih mudah mengkondisikan atau mengakomodir para peserta". Ucap herman.
Wirno
