Sekretaris FK2AS Achmad Sazali: Impor Beras Masuk, Petani Menangis Pecat Menteri Pertanian -->

Categorised Posts

Sekretaris FK2AS Achmad Sazali: Impor Beras Masuk, Petani Menangis Pecat Menteri Pertanian

Sabtu, 17 Desember 2022, Desember 17, 2022

 Sekretaris FK2AS Achmad Sazali: Impor Beras Masuk, Petani Menangis Pecat Menteri Pertanian



Jakarta- Sebanyak 200 ribu ton beras bertahap sampai di Indonesia mulai hari ini. Direktur Utama 

Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) pada hari Jumat kemarin (16/12/2022) di 

Pelabuhan Tanjung Priok mengatakan beras impor ini berkualitas premium yang akan 

dijual sampai ke konsumen seharga Rp 9.000 sampai Rp 9.500 per kilogram.


"Jadi 

dengan jumlah ini berasnya premium kita jualnya Rp 8.300/kg (ke pedagang). Kalau 

kita lihat visualisasinya beras itu premium Rp 11.000. Bulog kan menjual Rp 8.300/kg. 

Di pasaran paling mahal Rp 9.000,Rp 9.300 sampai Rp 9.500 hingga ke konsumen,"kata Budi Waseso


Budi Waseso mengatakan, seluruh beras sebanyak 200 ribu ton yang diimpor itu 

sampai di Indonesia 24 Desember 2022. Sementara hari ini memang masih bertahap 

sampai di dalam negeri.


Ia menambahkan, erdasarkan pantauan di lokasi Pelabuhan Tanjung Priok, sekitar pukul 9.30 WIB 

kapal dari Vietnam yang diperkirakan membawa beras sebanyak 5.000 ton, 

Sementara kedatangan dari kapal tersebut kamis malam (15/12) pukul 23.00 WIB.

 Beras impor yang datang di Pelabuhan Tanjung Priok untuk kebutuhan cadangan 

beras pemerintah (CBP) di wilayah Jakarta.


"Hari ini juga datang sekitar 5.000 ton di 

Pelabuhan Merak, untuk kebutuhan CBP di gudang Bulog Banten. Artinya secara total 

sebanyak 10.000 ton beras impor datang hari ini,"ungkapnya.


Lebih lanjut, Ia menuturkan, pemerintah sendiri mengizinkan dan menugaskan Bulog untuk impor beras sebanyak 

500 ribu ton. Hanya saja tahun ini karena sudah di akhir tahun, baru mendapatkan 

200 ribu ton untuk CBP. 


"Buwas menargetkan sisa sebanyak 300 ribu ton akan datang 

mulai Januari hingga 12 Februari tahun 2023. Jadi, untuk impor bulan Desember ini, 

tidak membuat CBP di Bulog mencapai minimal 1 juta ton."ujarnya.


Sementara itu, Achmad Sazali Selaku Sekretaris Jendral Forum Komunikasi Kerukunan Antar Suku 

(FK2AS) mempertanyakan keputusan pemerintah melakukan impor beras. Sebab, menurutnya, impor hanya diperlukan ketika produksi dalam negeri tidak 

lagi mencukupi.


“Tapi pertanyaannya, betulkah produksi dalam negeri tidak mencukupi sehingga 

harus impor?” ucap Bung Jack Panggilan Akrab Achmad Sazali melalui 

keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 17 Desember 2022.


"Kemudian akan muncul

pertanyaan berikutnya yakni apakah adanya kesimpulan harus impor itu memang 

sudah didasarkan pada data akurat atau tidak,” kata Jack.


Achmad Sazali mengatakan bahwa jika faktanya produksi dalam negeri masih 

mampu memenuhi permintaan pasar maka aktivitas impor ini betul betul akan 

membuat PETANI MENANGIS dan PETANI akan sangat terpukul dengan 

kebijakan ini. Dikarenakan hal ini akan membuat harga beras petani menjadi anjlok 

bahkan bukan tidak mungkin menjadi tidak laku. 


Padahal, tambah Achmad Sazali, petani butuh kehadiran 

Pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian untuk membela dan melindungi 

serta memikirkan aktiviats petani baik hulu maupun hilirisasinya.


"Sekali lagi saya Achmad Sazali meminta kepada Presiden Jokowi untuk Kembali 

meninjau hasil keputusan Ratas yang ada dan untuk segera mungkin MEMECAT 

MENTERI PERTANIAN yang tak memiliki keseriusan dalam 

memimpin kementerian pertanian,"pintanya.

TerPopuler